Senin, 09 Januari 2012

Where I Grew Up, Mostly



Liburan natal dan akhir tahun 2011 ini aku memutuskan untuk berlibur ke kota dimana aku menghabiskan masa-masa tk, sd, dan smpku. Letaknya tidak begitu jauh darimana aku berada sekarang. Kira-kira kalau naik pesawat cassa (Cessna) akan sampai selama satu jam. Tapi kalau ingin bersusah payah atau lebih merasa menikmati perjalanan darat, kotaku ini bisa ditempuh dengan waktu 7 jam-an saja (saja). Kenapa bisa selama itu? Untuk mengetahui alasannya sebaiknya anda harus pergi ke sini pada saat pagi atau siang hari, karena jalan mulai dari samarinda hingga sangatta tidak seindah jalan tol. Kira-kira 16 kali lebih buruk. Penuh lubang dan jika musim hujan akan ada banyak sekali daerah yang longsor.

Kota lamaku ini biasa dikenal dengan ‘Sangatta.’ Kalau anda berniat mencari di peta, mungkin yang anda temukan adalah ‘Sengata’. Kenapa diganti? Mungkin (mungkin) karena nama Sangatta merupakan sebuah singkatan dari “Sangat-sangat menderita.” Who knows? Aku mendapat informasi begini dari ayah seorang teman baikku. Dia juga sempat membahas arti dari nama-nama tambang yang diberi oleh kpc. We’ll get that later.

Orang-orang luar (Balikpapan, Samarinda, Bontang; sejauh yang aku tahu sampai saat ini) mengenal Sangatta akan buayanya. Ya, buaya. Kenapa? Karena Sangatta masih termasuk kota terpencil yang habitatnya belum sepenuhnya berubah (di beberapa titik tentunya. Kalau di pusat ‘kota sangatta’ tentu sudah tidak ada buaya). Buaya yang ada disini termasuk buaya muara. Yang kecil-kecil dan ramping itu. Namun yang sering ditemukan di Koran adalah buaya yang berukuran BESAR. Berita tentang anak yang hilang di sungai dan ternyata dimakan buaya, berita tentang ‘bagian tubuh’ anak yang hilang ditemukan akibat dimakan buaya. Berita-berita ini tentu terdengar menyeramkan. Karena jarang terjadi hal-hal seperti ini maka terbitlah berita ini di media massa (Koran kaltim) sehingga ‘buaya’ menjadi salah satu trademark kami.

Sebenarnya sebal juga sih dengan predikat ‘buaya’ tersebut. Tapi apa mau dikata, berita tetaplah berita, buaya memakan manusia juga merupakan kehendakNya. Mungkin ini salah satu cara untuk mengangkat nama kota kami hingga akhirnya masuk ke peta.



Beralih dari masalah buaya dan membuayakan, kota Sangatta ini seharusnya menjadi salah satu kota yang terkenal (seharusnya). Karena kami merupakan penghasil batu bara yang besar, dan merupakan tambang terbesar (wew) di Indonesia. Orang-orang seharusnya tidak menganggap remeh tambang Kaltim Prima Coal ini. Dengan Standard Operational Procedure yang saya bilang sangat mumpuni, target produksi yang gemilang (saat ini sudah meningkatkan produksi, tapi saya tidak ingat datanya :P), prosedur safety-nya yang disiplin dan teratur, juga kontribusinya pada kota Sangatta, Kutai Timur, KPC merupakan tambang super-power. Jadi, tentu banyak orang-orang makmur di Sangatta :D. (Data tersebut diambil dari pengalaman hidup saya sebagai anak dari employer KPC yang sering diceritakan tentang bagaimana pekerjaannya berlangsung).

Pergaulan di Sangatta ini masih bisa dibilang ‘aman’ karena pengaruh kota besar yang tidak terlalu kuat (karena mau kemana-mana jauh :D). namun tetap saja ada yang namanya pergaulan bebas. Dari pengalaman saya berteman dengan orang-orang disini adalah: orang-orangnya baik, peduli, banyak yang jujur, integritasnya tinggi (sebagian teman), rendah hati (walaupun beberapa sedikit angkuh), dan terbuka. Seperti misalnya, dari dulu ditanamkan pada anak-anak bahwa mencontek itu tidak baik, maka reaksi di sini adalah; sebego dan se-enggak-mau-nya belajar, anak itu akan tetap mengerjakan sendiri. Tapi itu berakhir pada kalangan kecil yang mulai membudayakan diri untuk menyontek T-T. Karena terbiasa tinggal di tempat yang jaraknya jauh dari kota besar, anak-anak di sini pun menjadi lebih rendah hati dibanding anak-anak kota yang kutemui. Alhasil mereka bisa menjadi pendengar yang baik bila kelak mereka pergi ke ‘dunia’ baru.


Well, begitulah intro saya mengenai kota yang membesarkan saya.

Best regards, F

Selasa, 20 Desember 2011

Something to Think About...

I often think about myself.


Am I worth to something 'big'?
Am i destined to do something incredible? Something out of ordinary that people will
always look up to... but i still lack of motivation, what should i do?

Well, it's too early to know all of the answer. Besides, I'm still 16 years old. Well, 17 y.o in 3
months. LESS. there are many things to do right now. But right now i often think about 'what
am i supposed to be' and 'how am i going to reach what i wanna be'.
Many friends of mine--or just acquaintance--they always wanna take something particular, or
common, like "i wanna be a doctor," or "i wanna be an engineer," something like that. When i
ask them "so, if you're pass your university and get a bachelor of doctor or engineer, what will
you do then?" and most of them answer "work in a big company, earn a big salary, met my
destiny, get married, and live happily with our kids," but what really matter is 'how you gonna do it?'

i think it's a peaceful, harmony, sufficient, yet ordinary life. I live that way too when I'm with
my parents. but not just that. we live a life that my friends in the last paragraph wanted. my dad is a employer in a big company. My mum, she used to work on the same company as my dad.
but then my dad don't wanna stop right there. he build a business, start it from beginning until now. my mum too. first, she she quit and decided to take care of us (me and my sister). but not
for long, my mum started a psychology bureau. she continue her career as an
owner of a bureau and taking care of my dad's business, while she also taking care of us.
up to this point, what i want to emphasize is their desire, their obsession to become more and
more useful with their potential. to be big.

Maybe... No, certainly, i got the idea of 'being worth of something big' is from them.
they became as successful as now by their hardwork, and also their will.
i know that i still being a kid that less motivated, less hardwork, and always oversimplify something. but i'm certain, as long as i remember them, as long as i keep writing about them,
i'll grow up and become a real man like my father, yet passionate like my mother.

so, whoever read this, please. you don't have to find every single motivation book in every single
bookstore in your town to find some stories to encourage yourself.

you just have to see what's in your surroundings, and think. think more carefully. you'll find your own power to be big.

With best regards, F